“Karena..hidup adalah soal keberanian, terimalah dan hadapilah..”

Juli 21, 2008

Lelaki Tua dan Radionya

Filed under: PenGalan KisaH HidUP — ariee @ 6:39 am

lelaki zenit

Belasan pasang mata liar …nanar menatap sesosok tumbuh ringkih
..yang berjalan dengan amat perlahan setelah menyusuri jalan jalan ibu
kota

“Radio Republik Indonesia Dengan Warta Berita Disampaikan Oleh………..”

Tidak ada lagu … tidak ada musik… yang terdengar dari radio yang
mengelantung dileher lelaki tua ini…seoal ia telah kehilangan sense…

Sekilas cuma radio itu satu2 nya barang berharga miliknya, juga untuk
hidupnya …karena usia tua telah merengut suara lantang dan tubuh
kekarnya untuk bisa berlari & mengamen dari satu bus ke bus lain…!

Yang nampak dihapanku kini ia hanya mengulurkan plastik
putih…berharap ada tuan dermawan yg berkenan berbagi sedikit rejeki.

Saat ini lelaki tua itu duduk disamping ku dan siaran berita dari
radio itu telah berganti…” Juwita Malam Kemanakah Gerangan Tuan….”
(tembang slank)

Wajah lelah …..
Expresi tampa daya terpancar dari tatapan nya yang kosong saat ku
tatap dia….

Perlahan ia mengangguk hormat dengan senyum tipis saat kusodorkan
sebatang rokok..yang segera ia sambut…!

“Udah nyarap beh ?” ….. tidak ada sahutan ….Ia hanya menggeleng
dgn lemah & perlahan …..Suara deru bus yg hilir mudik memecah
keheningan ……!

Kini tubuh ringkih tua ini mulai bangkit dan menatap pamit kearah ku
…………………

Aura survival amat terasa dari sirat matanya….

Yang seolah berkata :

“Aku Akan Tetap Bertahan & Terus Melangkah Sampai Akhir Hayat
Bersama Radio Tua Sahabat ku……!

Disadur dari blog sahabat http://trineptun.multiply.com/

Iklan

Mandalawangi Pangrango

Filed under: PenGalan KisaH HidUP — ariee @ 6:36 am

Hok Gie

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2 mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Soe Hoek Gie
Jakarta 19-7-1966

Blog di WordPress.com.