“Karena..hidup adalah soal keberanian, terimalah dan hadapilah..”

Juni 28, 2008

Sebuah Ketidakadilan yang bersembunyi dibalik nama keamanan

Filed under: Isengg.. — ariee @ 4:21 am

Kemarin, hari ini dan mungkin beberapa pekan bahkan bulan dan tahun mendatang, merupakan ujian terhadap keyakinan dan idialisme perjuangan mahasiswa. Semua sorot mata sinis sedang tertuju pada gerakan mahasiswa, setelah aksi yang disebut anarkis didepan gedung DPR/MPR dan depan kampus Atmajaya.

Semua tudingan itu bagi gw pribadi sangat menyakitkan, ditengah semua perjuangan kami yang untuk membela mereka yang terkena imbas dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.


Kalau mereka (yang menuding kami anarkis) mau jujur berfikir, sebenarnya untuk apa kami menghabiskan waktu dan energi kami, sampai harus meninggalakan sejenak bangku kuliah kami yang nyaman dalam ruangan berAC yang sejuk untuk turun kejalan dimana panas kepanasan, hujan bakal basah kuyup. Belum lagi kalau aksi mendapatkan tindakan refresif aparat, kami harus rela terkena pentungan, gas air mata dan semburan water canon. Selain itu ancaman penculikan dan pembunuhan bisa saja terjadi pada diri kami. Tolong pikirkan buat apa semua resiko itu kami ambil, apa keuntungan pribadi buat kami setelah semua perjuangan ini.

Orang boleh saja mengkambinghitamkan mahasiswa dalam setiap aksi yang berakhir “anarkis”, tapi pernahkah mereka berfikir sebenarnya apa yang terjadi sehingga menyebabkan mahasiswa begitu bringas dan kehilangan ciri keintelektualnya. Semua itu terjadi karena rentetan kebijakan dan aksi pemerintah dan segala instrumentnya yang selalu menyengsarakan rayatnya dan melakukan provokasi tindakan yang terlampau refressif terhadapa perlawanan yang dilakukan demi menentang kebijakan mereka.
Pernahkah masyarakat memperhatikan betapa banyak nelayan dan petani yang makin jatuh miskin karena dampak kebijakan ini, apakah mereka pernah memperhatikan berapa banyak orang tua yang nekat bunuh diri beserta anak-anaknya karena tidak sanggup memikul beban hidup yang makin menggilas, apakah mereka yang menyalahkan kami tidak pernah melihat begitu kesenjangan sosial menganga terbuka lebar didepan pelupuk mata kita, apakah mereka tidak pernah membuka mata dan hati untuk mengakui bahwa negara ini begitu kaya tapi sayang yang menikmati dan menguras kekayaan hanya segelintir kecil kaum borjuis yang berteduh dibawah rumah dan apartement mewah kawasan elit, dan membiarkan sebagian besar empu negara besar ini hidup ditengah keperihatinan yang setiap saat mencekik leher mereka, apakah mereka yang menggap kami kriminal pernah tau bahwa tanah ini telah menjadi surga bagi pihak asing dan kaki tangannya untuk mengeruk habis kekayaan alam kami untuk kepentingan dan kebutuhan kantong mereka. Apakah mereka yang bisanya cuman mengeluh dan cengeng ketika mereka terjebak macet ketika kami turun kejalan, pernah tau negara ini belum pernah berdaulat dan zaman telah berulang, kita kembali kepada model penjajahan VOC Belanda. Apakah mereka yang taunya mengihana kami akan berjanji jika suatu hari nanti perjuangan kami berhasil membela kepentingan rakyat kecil, mereka tidak akan mencuri dan menikmati hasil dari perjuangan kami, gw yakin tidak mungkin karena mereka adalah para penjilat dan kaum hipokrit munafik.

Media begitu munafik dan tidak adilnya kalian dalam pemberitaan selama ini, kalian selalalu saja menyoroti ekses atau akibat yang terjadi, kalian tidak pernah mampu membongkar mafia ditubuh penguasa. Kalian tidak begitu kuatnya untuk tetap berimbang dan indipendent dalam pembritaan. Kalian hanay corong-corong yang memiliki filter, dan pembuat filter tersebut adalah pengauasa dan partner hegemoni asing. Gw begitu meradang ketika masyarakat banayk hanya menyalahkan mahasiswa dalam aksi kemarin, mereka tidak dapat melihat kejadian sebenarnya, itu semua karena slaha kalian media, kalian hanya terus menyoroti kebrutalan mahasiswa merubuhkan pagar DPR, memacetkan jalanan dan memecahkan kaca dan membakar mobil, tapi kalian tidak pernah menyoroti tindakan keji aparat ketika menbarak denga sengaja seorang mahasiswa sehingga menimbulkan kemarahan massa mahasiswa. bukan karena kalian tidak tau dan punya bukti rekaman tapi karena kalian tidak mampu dan berani berterusterang.

Semalam Bang Ferry Julianto, sekjen KBI ditangkap ketika baru kembali ke Tanah Air, dalam lawatannya kecina untuk menghadiri pertemuan Tani, belum sampai ditanah air beliau sudah dicidukoleh interpol di Malaysia dalam perjalanan pulang. Dia ditangkap dengan tuduhan dalang aksi mahasiswa beberapa hari sebelumnya. Kata pak ploisi pengakapan yang tidak melalui prosedur pemanggilan dan tanpa surat pemberitahuan penangkapan ini, dalam rangka penyidikan, artinya status Bang Ferry belum sampai tersanfgka. Tapi yang aneh kok belum berstatus tersangka sudah ditangkap dan sangat terkesan dipaksakan. Bang Ferry bernasib sama dengan teman-teman mahasiwa UNAS dan mahasiswa lain yang ditangkap karena terindikasi melawan pemerintah. Sebenarnay begitu beratkah kesalahan mereka sehingga aparat memandanfg perlu sesegera mungkin membungkam mereka. Adilkah rasanya perlakuan yang teman-teman alami jika dibandingkan dengan penjahat koruptor dan pengusaha pencuri uang rakyat. Pernahkah kita melihat pnangakapan kepada penjahat BLBI ketika mereka terindikasi merugikan negara trilyunan Rupiah..??? pernahkah polisi dan kejaksaan menagkap mereka dengan dalih penyelidikan. Yang ada adalah sebatas pemanggilan, walaupun mereka kerap kal mangkir atas pemanggilan tersebut, tapi pernahkah aparat bertindaka tegas setelah mereka beberapa kali melecehkan hukum..?? diamana keadilan itu sebenarnya..apakah begitu bayak uang yang tertumpuk diatas meja sang aparatur negara sehinnga keadilan itu tenggelam jauh dibawah tumpukan uang sogokan..Mereka semua komponen aparatur dan instrumen negara telah tergadaikan..Bang Ferry dan teman-teman lainnya harus rela untuk kesekian kalinya menjadi martir dari perjuanagn yang mereka tempuh..tetap tegar dan lurus dalam berjuang kawan..karena hanya tinngal hati yang tersisa yang kita miliki sekarang…!! “Kami bersamamu orang-orang malang..!!”

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: