“Karena..hidup adalah soal keberanian, terimalah dan hadapilah..”

Juni 25, 2008

Sebuah Pilihan dan Idialisme

Filed under: Isengg.. — ariee @ 10:45 am

Demo mahasiswa

Situasi kebangasaan sedang memanas, kaum-kaum hipokrit sedang menggeliat mengendus kesempatan baik, ditengah keresahan dan kegamangan hidup sebagian besar rakyat indonesia khususnya mereka yang berstatus tidak mampu. Ditengah kesulitan hidup ini, pemerintah sebagai kapten dinegara ini justru mengambil kebijakan mengurangi subsidi BBM yang tentu sangat berimbas pada kehidupan rakyat kecil karena lunjakan harga kebutuhan pokok yang tak terkendali, inflasi meningkat, beban hidup makin berat, dan tentunya berujung pada makin membengkaknya statistik kemiskinan. Orang-orang miskin baru bermunculan menggantikan mereka yang terlebih dahulu mati karena tidak sanggup menanggung semua ini.

Ditengah semua keresahan ini, hanya sebagian kecil (sebagian lainnya telah menikmati zona nyaman yang tidak begitu terpengaruh dari kenaikan BBM ini) dari mahasiswa yang sering disebut Agent Of Change yang mau peduli dan bertindak turun kejalan untuk menjadi corong rakyat-rakyat susah, bukan corong bagi rakyat-rakyat mapan yang berada di perkotaan. Dari sebagian kecil ini talah begitu inovatif dan kreatif melakukan berbagai aksi penolakan, mulai dari jalur diplomatis sampai dengan mengorbankan diri mereka dalam aksi jahit mulut, hanya demi memberitahukan kepada sang pengambil kebijakan bahwa rakyat makin susah. Tapi bukannya didengar, dipandang dengan sebelah mata saja tidak pernah (entah indra penglihatannya yg telah habis masa berlakunya ataukah hati mereka yang telah kaku dan membeku), sehingga suara mereka tidak pernah dipedulikan oleh si tuan minyak gadungan. Atas dalil itulah makanya kenapa aksi belakangan ini selalu berakhir chaos (rusuh/anarkis), itu semua bukan sepnuhnya kesalahan sang pendemonstran, tapi ini juga ekses dari kebebalan pemerintah, kebebalan sebagian kaum intelegensia mahasiswa yang tidak lagi peka dan tentunya di picu oleh realitas kehidupan di masyarakat yang makin terjepit. Jangan salahkan kami yang terus melawan. “Perlawanan akan semakin kuat apabila tekanan yang didapat juga semakin kuat”.

Kadang ada beberpa teman yang bertanya buat apa semua perlawanan dan demonstarasi ini, bukankah resikonya sangat tidak berbanding dengan keuntungan yang memang sama sekali tidak dan tidak akan pernah kita dapatkan selama kita lurus dan konsukwen dengan apa yang kita perjuangkan. Jawaban gw tentang hal ini cuman “Kelebihan yang dimiliki seseorang berbanding lurus dengan tanggungjawab yang diemban oleh orang itu” Semua hanya tentang tanggungjawab dan kepedulian kita sebagai orang yang berpendidikan dan mengerti realitas yang ada..!!!!, bukan orang yang menutup mata dan telinganya atas jeritan tangis saudara yang kelaparan……!!!!kami memang ditunggangi, oleh hati dan jerit derita mereka..wahai kaum hipokris dan proletar se-Indonesia jika kalian ingin mengambil kesempatan untuk merebut hati kami, maka ambillah..!! Tetapi jangan pernah lupa kami masih ada untuk mengintai setiap kebijakan yang tidak pro rakyat, jika itu terjadi nasib kalian akan sama seperti pendahulu kalian yang telah kami gulingkan dari kursi nan mewah kami..!! wahai MAHASISWA INDONESIA dimana kalian bersembunyi, keluar, dengar dan sampaikan jerit tangis mereka yang kelaparan…!!!!

Pemikiranku sehari setelah 24 Juni 2008

Iklan

Blog di WordPress.com.