“Karena..hidup adalah soal keberanian, terimalah dan hadapilah..”

Januari 6, 2008

Bocah Pembeli Es Krim

Filed under: Kisah Bijak — ariee @ 5:20 am

Gw terkesan dengan sebuah cerita yang gw dapat dari milis pangrango.com, pengirimnya adalah purwaka sigit <roamalaka@yahoo.co.id>, dengan harapan bisa menjadi bahan pencerahan buat gw dan yang lainnya cerita ini gw coba posting ke blog ini..!!!

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun
berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia
terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang
lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi
dan indah.

“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.

“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung
recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu
dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit”
ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

“Kalau plain cream berapa?”

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga
ribu lima ratus”.

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau
sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang
sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan
sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring
kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim
bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping
uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang
tersusun rapi.
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar,
sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan
keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si
pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini
adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan
sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: