Belasan pasang mata liar …nanar menatap sesosok tumbuh ringkih
..yang berjalan dengan amat perlahan setelah menyusuri jalan jalan ibu
kota
“Radio Republik Indonesia Dengan Warta Berita Disampaikan Oleh………..”
Tidak ada lagu … tidak ada musik… yang terdengar dari radio yang
mengelantung dileher lelaki tua ini…seoal ia telah kehilangan sense…
Sekilas cuma radio itu satu2 nya barang berharga miliknya, juga untuk
hidupnya …karena usia tua telah merengut suara lantang dan tubuh
kekarnya untuk bisa berlari & mengamen dari satu bus ke bus lain…!
Yang nampak dihapanku kini ia hanya mengulurkan plastik
putih…berharap ada tuan dermawan yg berkenan berbagi sedikit rejeki.
Saat ini lelaki tua itu duduk disamping ku dan siaran berita dari
radio itu telah berganti…” Juwita Malam Kemanakah Gerangan Tuan….”
(tembang slank)
Wajah lelah …..
Expresi tampa daya terpancar dari tatapan nya yang kosong saat ku
tatap dia….
Perlahan ia mengangguk hormat dengan senyum tipis saat kusodorkan
sebatang rokok..yang segera ia sambut…!
“Udah nyarap beh ?” ….. tidak ada sahutan ….Ia hanya menggeleng
dgn lemah & perlahan …..Suara deru bus yg hilir mudik memecah
keheningan ……!
Kini tubuh ringkih tua ini mulai bangkit dan menatap pamit kearah ku
…………………
Aura survival amat terasa dari sirat matanya….
Yang seolah berkata :
“Aku Akan Tetap Bertahan & Terus Melangkah Sampai Akhir Hayat
Bersama Radio Tua Sahabat ku……!
Disadur dari blog sahabat http://trineptun.multiply.com/

